Yogyakarta, 5 Januari 2023 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD APMD melaksanakan kegiatan praktik Mata Kuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu di Kantor KPU Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana proses penyelenggaraan pemilu berjalan serta bagaimana sistem kepartaian bekerja dalam konteks demokrasi Indonesia. Mata kuliah ini sendiri diampu oleh tiga dosen, yaitu Juang Gagah Mardhika, S.IP., M.Sos., Putra Perdana, S.IP., M.I.P., dan Minardi, S.IP., M.Sc., yang turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di KPU DIY, para mahasiswa disambut dengan hangat oleh Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, beserta jajaran lembaga. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa ilmu pemerintahan, dalam memahami proses pemilu sebagai inti dari penyelenggaraan demokrasi. Sambutan ini membuka ruang dialog yang lebih luas dan memberi motivasi kepada mahasiswa untuk melihat pemilu bukan hanya sebagai rutinitas lima tahunan, tetapi sebagai proses panjang yang memerlukan profesionalisme, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan publik.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai alur penyelenggaraan pemilu mulai dari tahap perencanaan, penyusunan regulasi teknis, verifikasi partai politik, manajemen logistik, hingga proses penghitungan suara. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana sistem kepartaian memengaruhi dinamika politik, baik di tingkat nasional maupun daerah. Interaksi ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk bertanya langsung kepada pejabat KPU tentang berbagai tantangan yang dihadapi penyelenggara pemilu, termasuk soal akurasi data pemilih, dinamika regulasi, serta penggunaan teknologi informasi dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemilu.
Di tengah diskusi, mahasiswa banyak memperoleh wawasan mengenai bagaimana teori-teori sistem kepartaian yang mereka pelajari di kelas diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemilu. Mereka dapat melihat secara konkret bagaimana regulasi ditafsirkan oleh penyelenggara, bagaimana koordinasi dilakukan, serta bagaimana setiap keputusan teknis dan administratif dapat berdampak langsung pada kualitas demokrasi.
Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman belajar yang memperkaya pemahaman mahasiswa dan membantu mereka mengembangkan kemampuan analitis dalam membaca dinamika politik elektoral. Melalui keterlibatan langsung ini, mahasiswa memperoleh gambaran realistis tentang kerja-kerja institusi penyelenggara pemilu, sekaligus memahami pentingnya integritas dan profesionalitas dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD APMD menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman, sehingga mahasiswa dapat terhubung secara langsung dengan dunia praksis pemerintahan dan pemilu.
